Menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia di 2045, Indonesia memiliki beberapa tantangan utama antara lain adalah untuk mengoptimisasi peluang dari bonus demografi dan untuk bisa lolos dari jerat middle-income trap. Berbagai ide dan masukkan dari generasi muda sangat dibutuhkan agar dapat lebih membaca berbagai trend dan tantangan yang ada. ILUNI FEB UI memandang pemikiran — pemikiran yang tajam dari generasi muda akan memberikan banyak inovasi yang akan mendorong pembangunan ekonomi Indonesia lebih efisien dan inklusif.

ILUNI FEB UI dengan bangga mempersembahkan Seminar Nasional Indonesia Emas 2045 untuk memberikan kontribusi nyata bagi negeri, sehingga dapat membantu memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Jumat, 27 November 2020
07.45 WIB

Call For Paper

INDONESIA 2045:
Lulus dari
Middle Income Trap

Peserta

Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana dari Seluruh Jurusan di PTN dan PTS seluruh Indonesia dengan usia maksimal 35 tahun

Total Hadiah 100jt! untuk 15 orang pemenang

Sub Tema

Untuk keluar dari middle income trap, Indonesia perlu mampu  berinovasi. Kapabilitas ini menjadi jantung dalam melakukan transformasi ekonomi. Di era ini, globalisasi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Pasalnya, selain membuka jalan bagi transfer teknologi dan pengetahuan, dunia semakin kompetitif yang cukup menyulitkan negara berkembang mengejar ketertinggalan. Oleh karena itu, untuk keluar dari jebakan ini, Indonesia memerlukan strategi yang komprehensif yang berfokus pada inovasi dan kebijakan strategis. Dalam rangka mengondisikan ekosistem yang mendukung inovasi, komitmen politik pun memegang peranan penting.

Contoh Judul:

  • Tranformasi Struktural: Dulu dan Nanti
  • Kontribusi Sektor Jasa dan Deindustrialisasi Prematur

Di Indonesia, UMKM berperan vital dalam perekonomian di mana jumlahnya mencapai lebih dari 99% dari total unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional adalah sekitar 61%. Unit usaha ini pun menyediakan 97% dari lapangan kerja Indonesia. Sayangnya, unit usaha ini dekat dengan label sektor informal. Selain itu, terdapat beberapa tantangan dalam mengembangkan UMKM seperti akses terfadap modal, bahan baku, dan pasar.

Contoh Judul:

  • UMKM Penggerak Ekonomi Negeri
  • UMKM Naik Kelas
  • Pemberdayaan UMKM dan Peningkatan Akses Pembiayaan

Pada tahun 2018, perdagangan digital sudah mencapai 125 Triliun Rupiah dan diperkirakan akan mencapai 2.305 Triliun Rupiah di tahun 2030. Indonesia merupakan salah satu ekonomi digital terbesar yaitu mencapai 27 miliar Dollar AS dengan pertumbuuhan 49% selama empat tahun terkahir. Sayangnya, terdapat korelasi positif antara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan cakupan sinyal dan daerah dengan penetrasi mobile internet yang tinggi juga berasosiasi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Di era digital, pemanfaatam teknologi dapat menjadi channel untuk memajukan pembangunan ekonomi.

Contoh Judul:

  • Pajak dan Ekosistem Digital
  • Ekosistem Digital sebagai Motor Penggerak Transformasi Pembangunan
  • Regulasi dan Inovasi: Apakah Sebuah Trade-off?

Jika Indonesia dapat memanfaatkan sepenuhnya bonus demografisnya, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2020 hingga 2035, maka Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Namun, ada kekhawatiran yang berkembang tentang pertumbuhan ekonomi yang lesu dalam beberapa tahun terakhir, dan banyak analis khawatir bonus demografis justru bisa berubah menjadi bencana. Bonus demografi yang merupakan jendela kesempatan ini sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, di mana aspek kesehatan dan pendidikan merupakan faktor penting dalam membentuk SDM unggul.

Contoh Judul:

  • Strategi Pencegahan Stunting dalam Menciptakan SDM Unggul
  • Pengembangan Early Childhood Education dan Generasi Tangguh Indonesia 2045
  • Kesehatan Mental dan Produktivitas

Peran institusi penting dalam pembangunan ekonomi. Pelaku ekonomi memerlukan insentif untuk menabung, berinvestasi, dan berinovasi. Institusi ditentukan oleh proses politik. Institusi politik serta ekonomi yang inklusif mendorong penciptaan akumulasi kekayaan yang terdistribusi dengan baik ke seluruh masyarakat. pentingnya sebuah institusi politik serta ekonomi yang inklusif untuk menciptakan akumulasi kekayaan yang terdistribusi dengan baik ke seluruh masyarakat.

Contoh Judul:

  • Peran Institusi dan Kemakmuran Ekonomi
  • Good Governance and Economic Growth
  • Reformasi Ekonomi di Tengah Krisis

Tanggal Penting!

  • Batas Penerimaan Full Paper  : 30 Oktober 2020
  • Pengumuman Finalis  : 20 November 2020
  • Pengumuman Pemenang & Webinar Nasional  : 26 November 2020

Ada yang ingin ditanyakan?

Pertanyaan Umum

Pengumpulan karya tulis tidak dilakukan secara bertahap. Karya tulis yang dikumpulkan adalah full paper.

Setiap peserta bisa memperbaiki karya yang sudah dikumpulkan selama belum melewati batas waktu pengumpulan esai dengan cara mengirimkan kembali karya melalui link di website. Panitia hanya akan memproses karya terakhir yang dikirimkan.

Tidak. Pengumpulan karya hanya perlu dilakukan sekali, baik oleh perorangan atau kelompok.

Tidak. Hasil karya yang ditulis berkelompok dibebaskan memilih anggota kelompoknya selama masih memenuhi syarat peserta.

Tidak. Calon peserta bisa dari mahasiswa sarjana dan pascasarjana Fakultas Ekonomi dari Perguruan Tinggi di Indonesia

Tidak. Kompetisi ini tidak dikenakan biaya pendaftaran.

Tidak. Karya tulis ilmiah yang diikutsertakan dalam perlombaan ini harus karya tulis orisinil dan tidak pernah dipublikasikan sebelumnya.

Ya. Peserta dapat mengumpulkan lebih dari satu judul karya tulis ilmiah

Untuk informasi lebih lanjut, calon peserta dapat menghubungi [email protected]

Ya. Pemenang wajib dapat mempresentasikan karyanya baik itu secara virtual atau secara langsung, mengikuti perkembangan kebijakan terkait protokol kesehatan daerah masing-masing

Ya. Peserta tidak diwajibkan untuk membahas seluruh topik di dalam subtema yang dipilih.

Sponsored by